Diduga Minim Pelayanan, BEM STAI Babussalam Desak Bupati FAM Evaluasi Dirut RSUD Kepsul.

Transtimur.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Babussalam Sula Maluku Utara mendesak Bupati Fifian Adeningsi Mus (FAM) segera Evaluasi Dirut RSUD Sanana inisial UHN atas peristiwa sedih terhadap warga Desa Fagudu, pada minggu (6/3/2023)

Presiden BEM STAI Babussalam Sula Jisman Leko kepada Transtimur Media Group (TMG) menyampaikan, Sangat disayangkan dengan terjadinya peristiwa menyedihkan tadi, di RSUD tersebut.

Kenapa tidak Lanjut Jisman, karena RSUD Sanana diduga kurang efektif terkait pelayanan pegawai kesehatan yang alhasil nyawa seorang warga Desa Fagudu melayang.

“Kita pahami bahwa ajal/kematian itu datang kapan saja dan tidak ada yang bisa menolaknya namun tidak bisa kita pungkiri bahwa kematian yang terjadi sebab dari kekurangan pelayanan kesehatan di Kepsul yang tidak menjamin kesejahteraan dan kesehatan terhadap masyarakat,”imbuhnya

Jika kita merujuk pada UUD 1945 pasal 34 ayat 3 Tambah Jisman, Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

“Dengan UU yang berlaku daerah adalah perpanjangan tangan dari negara di bidang kesehatan dalam hal ini RSUD untuk bertanggung jawab menjamin pelayanan kesehatan untuk masyarakat,”jelasnya

Sehingga jika kejadian atas ketidak optimal soal pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan yang mengakibatkan pasien meninggal maka perlu di evaluasi pegawai yang bekerja dan Dirut RSUD tersebut.

Jisman menegaskan, Jika kita merujuk lagi pada UU RI No 36 tahun 2009 Bab lll tentang kesehatan Dalam Pasal 5 ayat 1 dan 2. Bahwa Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan.

Yang kedua Lanjut Jisman, Setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau.

“Sehingga hal ini telah jelas jika yang terjadi atas dasar unsur kesengajaan maka direktur dan pegawai kesehatan perlu untuk di evaluasi kembali,”tandasnya

Jisman Bilang, hal seperti ini pernah terjadi juga di RSUD Sanana namun Dengan motif yang berbeda pernah ada dugaan bahwa masyarakat meniggal karena kekurangan tabung oksigen atau tidak ada kesediaan oksigen dan lain-lain.

“Beta (saya) dan teman-teman seng (tidak) akan tinggal diam Katong (Kami) akan membentuk team advokasi yang akan terus memantau pelayanan terhadap masyarakat dalam bentuk terang-terang atau atau dalam bentuk tertutup,” tutupnya. Maradona

Komentar