Oleh Risman Panigfat SH.MH
Transtimur Media Group (TMG) sebagaimana lazimnya media penyaji berita pada umumnya, ia hadir sebagai pemberi perhatian kepada fenomena publik yang carut marut, terlihat grasa grusu, keadilan tersobek sebagai akibat dari transformasi yang kerap menyandra ruang sosial. Media Online dibawah payung Hukum PT. TMG adalah media berita dengan Rais Umaternate adalah pendiri dan pemimpin redaksi (Pimred) pertamanya yang kini Pimred sudah dijabat oleh Lutfi Teapon.
Proses berdirinya TMG yang cukup keras menjadikan semangat Isto sapaan akrab Rais Umaternate untuk menata proses menulisnya yang meskipun ia hanya dengan kemampuan sebatas Pendidikan Menengah Atas tapi tidak menyurutkan niatnya untuk belajar dan terus menyelam pada samudra berita yang sulit di bedakan antara hoax dan fakta.
Proses lainnya menyangkut sekian jam duduk di depan meja redaktur atau monitor komputer, mengoreksi, menata, menguji kata dan kalimat yang di kerjakan setiap pekan sebelum berita di sodorkan ke publik. Melihatnya meredaks berita saya seperti melihat dirinya kembali belajar lagi dengan tekun. Akui tidak akui TMG telah menyumbang selain beritanya adalah keberaniannya membongkar sengkarut problem yang terus menjarah ruang sosial.
Sesungguhnya, Media ini memiliki usaha khusus untuk menyajikan berita yang berkualitas, enak di baca, dan perlu Jujur, bersih dan jernih sebagaimana air yang terus mengalir menyajikan kesejukan oksigen pada tumbuhan.
Isto sapaan akrabnya, ia pernah dengan lugas mengatakan bahwa pekerjaan menulis adalah ‘pekerjaan pengorbanan’ sebagaimana ucapan umum abah Pramoedya Anantatoer bahwa menulis adalah ‘Bekerja untuk Keabadian’.
Tiga tahun silam, TMG lahir dengan berbagai dinamika, baik politik, pembangunan, maupun dinamika daerah yang terus bergerak maju. Hal demikian menjadikan TMG harus terus kuat mengikuti arus jaman, dengan suduran informasi yang semakin cepat menengok ruang publik. Pada masa lalu, sebuah berita mungkin tidak akan di muat hanya karena narasumber dari pihak seteru tidak bisa di temui, namun berbeda dengan sekarang, kecepatan dan keramaian digital membuat orang tak menuntut informasi lengkap dalam satu berita.
TMG lahir dalam tradisi objektivitas yang kuat dan kode etik jurnalistik yang kuat, melalui tempaan zaman. Tapi objektivitas menemukan keterbatasannya pada ruang subjektivitas, sebab pers yang benar adalah pers yang hanya berbicara fakta-fakta. Selain itu, media berita mendahulukan kebaruan. TMG terus berusaha menjadi robekan yang indah pada lembaran berita yang taat aturan. Meskipun Isto adalah pimpinan redaksinya tapi tak kala waktu luang ia juga sering berburu informasi sebagaimana layaknya pewarta pada umumnya. Sebab sadari sungguh bahwa menjadi pewarta adalah jalan untuk terus merawat intelektual agar tetap kritis dalam menuangkan satu rutinitas berita. Jurnalis adalah hierarki intelektual yang terus hidup.
Tiga tahun sudah TMG hidup dan mengakselerasi pemberitaan publik, dengan usia yang terbilang seumur jagung namun kecepatan berburu informasi untuk di sajikan dalam bentuk berita terus di galak dengan laju jaman yang semakin menuntut penyajian berita dengan cepat dan tepat. Selama 3 tahun pula pembaca setia TMG terus menanti berita-berita headline untuk memantik diskursus ruang publik, tiga tahun juga laman TMG terus menerobos dinding absurditas informasi.
Hal demikian menjadikan TMG harus semakin cepat, akurat, dan tetap stabil dalam memproduksi berita. Sebab harus di akui bahwa berita yang berkualitas menjadikan tuntutan bagi TMG untuk lebih keras membongkar fakta, mencari kebenaran informasi, agar publik yang berada di timur jauh ini tidak kalah informasi sebagaimana penggalan kata ungkapan Roem Topatimasang “Mereka jadi pecundang karena tragedi sejarah”. Karenanya menulis berita hari ini merupakan sumber informasi di masa depan, kalau informasi hari ini menjadi kabur dari fakta maka yang akan terjadi adalah di masa depan menjadi fakta sejarah yang berbalik. Dengan demikian untuk menjaga stabilitas dan warna sejarah yang baik maka TMG terus di tuntut untuk tetap keras menjaga integritas sebagai penentu masa depan sejarah yang lebih baik.
Selamat milad TMG, Publik Kepulauan Sula masih setia menanti berita-berita melejik sebagai bahan diskursus di masa akan datang. Sebab, dengan usia 3 tahun Transformasi belajar dalam menulis adalah waktu yang terbilang singkat. Sekali lagi selamat milad Transtimur Media Grup.












