Transtimur.com – Masalah knalpot bising berujung pada pengoryokan dan laporan Polisi.
Pengroyokan yang berujung pada laporan polisi karena terganggu suara knalpot bising ini terjadi pada di Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara pada Jumat (9/12/2022).
Terduga pelaku pengeroyokan tersebut adalah, Rivanto Pawah dan Nasrun Pawah yang tega menganiaya pamannya sendiri Muharam Kaunar (MK) dengan parang.
Atas kejadian tersebut, korban MK mengalami luka sayatan di bagian pipi dan telinga bagian kiri dengan 39 jahitan.
Keluarga korban MK, Anto Kaunar mengatakan kedua pelaku kaka beradik itu tak terima ditampar karena korban menggunakan knalpot bising.
“Korban tampat pelaku gegara suara knalpot,”sambung Anto
“Tamparan itu sebagai ajaran paman dan ponakan, jadi korban berpikir tamparan itu sebagai ajaran,”jelas Keluarga Korban Anto Kaunar.
Anto menjelaskan, korban MK menampar pelakua Nasrun Pawah (NP). Lantaran Tidak terima tamparan ajaran tersebut kemudian pelakua NP membawa kakaknya Rivanto Pawah (RP) mendatangi rumah korban MK.
“Namun yang ada hanya orang tua korban lalu NP dan RP langsung meninggalkan rumah korban MK,”jelas Anto.
Kemudian, kedua pelaku menemukan korban MK sedang santai dengan istrinya di depan salah satu toko di Desa setempat, lalu kedua pelaku langsung melakukan pengoryokan terhadap MK.
“MK terjatuh baru mereka (NP dan RP) potong dengan parang,”beber Anto.
Anto juga menjelaskan, pada saat itu warga Desa Pohea merasa resah dengan tingkah laku NP karena suara knalpot motor di malam hari pukul 02:30 wit.
Sekedar informasi, Luka yang di alami korban, di bagian Pipi dan telingah kiri, yang dijahit sekitar 39 jahitan.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Kepulauan Sula dengan nomor STTLP/204/XII/2022/SPKT, pada sabtu tanggal (10/12/2022).












