Jaksa Periksa 7 Kapus di Wilayah Sulabesi

Transtimur.com – Tim Tipikor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sula, Maluku Utara diduga memanggil 7 Kepala Puskesmas (Kapus). Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan atas kasus dugaan korupsi anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) khusus pengadaan alat kesehatan Covid-19 tahun anggaran 2020, Kamis (24/11/2022).

Ke 7 Kapus yang dipanggil untuk dimintai keterangan tersebut yakni Kapus Kecamatan Sanana Muhammad Ali Samuda, Kapus Kecamatan Sulabesi Tengah Nurlaila Umakaapa, Kapus Sulabesi Barat Sabarudin Umasugi.

Kemudian, Kapus Kecamatan Sulabesi selatan Ikbal Suamole,Kapus Kecamatan Sulabesi Timur Fardin Yakub, Kapus Sanana Utara Sahlan Gailea.

Kapus Kecamatan Sanana Utara, Syahlan Gailea kepada Transtimur Media Group (TMG) saat ditemui dihalaman kantor Kejari Sula mengatakan, mereka dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dengan kasus dugaan korupsi pengedaan alat kesehatan covid-19 di tahun 2020 lalu.

Kata Sahlan kami tidak mengetahui persoalan yang terjadi pada tahun 2020 lalu, karena kami baru dilantik tahun 2022 ini

“Kami di panggil kesoni (Ke Jaksa)  untuk dimintai keterangan dan dimintai data yang kami tidak tahu, terkait dengan data covid tahun 2020. Sementara kami dilantik tanggal 17 Febuari 2022.” Jelas Sahlan

Kemudian saat ditanya terkait dengan berapa kali mendapatkan pertanyaan  dari tim penyidik dan apakah  masing-masing mendapat pertanyaan, ia mengatakan pihaknya hanya ditanya perkelompok.

“Tong (kami) ditanya secara kelompok.” Ungkap Sahlan.

Terpisah I Ketut Yogi Sukmana, saat di konfirmasi membenarkan, hal tersebut. “Iya betul tuju orang kepala puskesmas di periksa terkait dengan BTT 2020. Pada intinya terkait dengan pengedaan alat kesehatan yang ada di tiap-tiap puskesmas.”kata Yogi.

Yogi menambahkan, untuk saat ini pihaknya masih fokus pada dana BTT 2020 khsus di pengadaan alat kesehatan di Puskesmas.

“Untuk sementara kita fokus di tahun 2020. Untuk sementara kepala puskesmas yang ada di pulau Sulabesi, Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula, Masih dalam tahap penyelidikan,” tutupny.

Sekedar Informasi, Kejaksaan Negeri Sula fokus pada dugaan korupsi dana covid-19 tahun anggaran 2020 yang masih dalam tahap penyelidikan.

Padahal kasus dugaan korupsi anggaran BTT tahun anggaran 2021 yang sudah masuk dalam tahap penyidikan bahkan puluhan saksi sudah diperiksa namun hingga saat ini belum ada penetapan tersangka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *