Transtimur.com – Mahasiswa Prodi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun Ternate membangun rumah baca di Desa Wainin Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara.
Program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, (MBKM) yang di Canangkan Oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi ini bertujuan untuk mahasiswa Merdeka dalam Belajar.
“Yakni ‘hak belajar tiga semester di luar program studi’ untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, program ini juga menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian,” kata Sekretaris MBKM Alwensi Kepada Wartawan, Minggu, (6/11/2022)
Alwensi mengungkapkan, Prodi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun Ternate tidak mau ketinggalan dengan program tersebut.
“Sehingga kami memilih belajar bersama masyarakat di luar kampus,” ucapnya
Alwensi berujar, tujuan dari rumah baca ini untuk mengajak anak-anak di Deda Wainin sehingga mereka mendapatkan Pendidikan non-formal, karena saat ini Pendidikan di Kepsul hanya berbasis formal.
Mungkin dari situ sebagian anak-anak merasa tertekan dengan sistem pendidikan di sekolah, jadi dengan adanya rumah baca ini kita mengajak anak-anak untuk belajar serius tapi santai,” bebernya
Alwensi bilang, yang menjadi kendala bagi peserta MBKM yang bekerja sama dengan pemuda desa Wainin yaitu persoalan anggaran terkait pembuatan rumah baca.
“Jadi kendala yang paling utama saat ini adalah finansial,” jelasnya
Terpisah, Ketua Pemuda Desa Wainin Fadli, mengatakan sejauh ini, pemuda desa Wainin sangat berperan aktif dalam pelaksanaan pembangunan rumah baca tersebut.
“Nah sedari awal rekan-rekan dari MBKM ketika datang di Desa Wainin mereka disambut baik oleh pemuda dengan berbagai macam program kurang lebih ada sekitar 8 (Delapan) program yang di bawah oleh kampus salah satunya adalah pembangunan rumah baca sebagai sentral gerakan literasi di Wainin,” ungkapnya.
Menurut Fadli, dari pemuda untuk Pemerintah desa harus lebih serius dalam mendorong gerakan literasi di desa untuk berkembang dan khusunya Pemerintah daerah harus lebih fokus melihat gerakan literasi di Kepsul, sebab dari tahun ke tahun gerakan literasi di Kepsul itu agak surut, akibat kondisi sosial yang terjadi saat ini.
“Olehnya itu Pemda lebih serius lagi untuk mendorong agar kebijakan daerahnya mengenai dengan pengembangan Pendidikan non-formal khususnya di rumah baca dan gerakan literasi itu diperkuat,” tutupnya
Sehingga disetiap desa itu pemuda dan mahasiswa nya bekerja sama dengan instansi-instansi terkait dari Dinas Pendidikan maupun KNPI untuk mendorong agar gerakan literasi itu lebih aktif lagi. (Opan)












