Gerakan Tanam Cabe Dorong Partisipasi Petani Lokal

Halteng, Transtimur.com – Penjabat (Pj) Bupati Halteng, Bahri Sudirman, menghadiri acara Gerakan Tanam Cabe Farietas Laju (FI) dan Penyerahan Bantuan Saprodi. Hal ini dalam Rangka Penanganan Inflasi di Halmahera Tengah yang bertempat di Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, Selasa (7/1/2025).

Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Tengah, ini dihadiri oleh:

1. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Halmahera Tengah, Moh. Fitra U Ali, ST., M.Eng.
2. Staf Ahli/Asisten.
3. Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
4. Dandim 1512/Weda, Inf. Nugroho Notosusanto.

5. Wakapolres Halmahera Tengah, Kompol. Said Aslam, S.I.K.
6. Perwakilan Kejaksaan Negeri Weda.
7. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Halmahera Tengah, Mutmaina Ali.
8. Perwakilan Ibu Bhayangkari dan Ibu Persit.

Di kesempatan tersebut, Pj. Bupati Halteng, Bahri Sudirman menjelaskan, bahwa Gerakan Tanam Cabai bertujuan mengendalikan inflasi pangan dan meningkatkan produksi lokal. Ia menjelaskan, termasuk kebun cabe ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi dalam mengendalikan inflasi, khususnya pada sektor bahan pangan.

“Kegiatan tanam cabe ini juga menjadi ajang untuk mendorong partisipasi petani dan masyarakat lokal dalam membangun kemandirian pangan. Muda-mudahan hasil panen cabe dan hasil pertanian lainnya dapat digunakan oleh Masyarakat dan dapat meningkatkan perekonomian para petani,” tambahnya.

Pj. Bupati Bahri Sudirman menyampaikan, apresiasi atas inisiatif Petani yang telah berhasil memanfaatkan lahan untuk menanam cabai, suatu komoditas penting dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Halmahera Tengah.

Menurutnya, sebagaimana diamanatkan dalam UU No.18 Tahun 2012 Tentang pangan bahwa penyelenggaraan pembangunan ketahanan pangan tidak hanya membangun “ketahanan pangan”, tetapi harus dilandasi oleh kemandirian dan kedaulatan pangan sebagai ruhnya.

“Untuk mewujudkan hal itu, Pemerintah Daerah memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahananan pangan baik dalam hal menyelenggarakan pengaturan, pembinaan, pengendalian, dan pengawasan bagi keseluruhan subsistem pangan, yaitu ketersediaan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan dan gizi,” ucap Pj Bupati.

Ia menjelaskan, Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau.

“Oleh karena ketahanan pangan tercermin pada ketersediaan pangan secara nyata, maka harus secara jelas dapat diketahui oleh masyarakat mengenai penyediaan pangan, ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga yang terus berkembang dari waktu kewaktu,” tutupnya.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung program penanganan inflasi di Kabupaten Halmahera Tengah.

Penulis: Agustin Fehmi