Halsel, Transtimur.com – Kondisi infrastruktur jalan lingkar yang menghubungkan Desa Babang dan Desa Yaba di Kecamatan Bacan Barat Utara Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara, kini menjadi sorotan tajam.
Pasalnya, Warga sering keluhkan rusaknya akses jalan tersebut yang kian parah, terutama saat menghadapi situasi darurat medis yang memerlukan rujukan cepat ke rumah sakit di pusat kabupaten.
Peristiwa terbaru menunjukkan betapa krusialnya perbaikan jalan ini. Seorang pasien dalam kondisi kritis terpaksa harus berjuang lebih keras saat akan dirujuk karena kendaraan medis tidak dapat melaju maksimal akibat lubang besar dan permukaan jalan yang hancur. Pihak keluarga pasien mengungkapkan kekecewaannya karena waktu tempuh yang seharusnya bisa dipangkas menjadi jauh lebih lama akibat kendala infrastruktur. Rabu, 28/01/2026.
Kepala Puskesmas Yaba, Masni Ayub, bahkan dilaporkan harus turun tangan langsung memimpin proses evakuasi rujukan di tengah keterbatasan sarana transportasi medis yang terhambat kerusakan jalan dan cuaca ekstrem. “Kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah karena jalan ini adalah urat nadi kami, terutama saat ada warga yang nyawanya terancam dan butuh penanganan medis di Labuha,” ujar salah satu warga setempat.
Meskipun Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas PUPR dilaporkan tengah menggenjot sejumlah proyek peningkatan jalan di beberapa titik strategis pada tahun anggaran 2025-2026, masyarakat di pesisir Bacan Barat Utara merasa wilayah mereka belum tersentuh perbaikan yang memadai. Warga mendesak agar jalur Babang-Yaba segera masuk dalam skala prioritas pembangunan guna mencegah hilangnya nyawa hanya karena keterlambatan akses transportasi.
Kondisi jalan yang buruk ini tidak hanya menghambat layanan kesehatan, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga yang setiap harinya bergantung pada jalur tersebut untuk mendistribusikan hasil bumi ke pasar-pasar di wilayah perkotaan.







