Halteng,transtimur.com – Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Maluku Utara, Yoesmar Ohoerellah mengungkap bahwa upaya Pemerintah Daerah dalam meningkatkan ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan yang semakin mendesak.
Dalam wawancaranya dengan transtimur.com Ohoerellah menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pengembangan perluasan area tanam padi.
“Pemerintah Pusat hingga ke Daerah, khususnya di Halteng kini tengah fokus pada pengembangan sektor pertanian, khususnya untuk tanaman padi,”jelas Ohoerella, pada Jumat (2/8/2024).
Ia menambahkan bahwa, saat ini indonesia menghadapi ancaman kerawanan pangan, terutama dalam hal produksi padi. Jika pada bulan desember tidak tersedia produksi sebanyak 2.000.000 ton, maka Indonesia berisiko mengalami krisis pangan yang serius.
Ohoerellah mengungkapkan, kegiatan penanaman padi di Kabupaten Halmahera Tengah sedang digencarkan.
“Kami fokus pada padi, karena itulah kebutuhan utama masayakarat Indonesia,”tegasnya.
Mengenai pengendalian lahan pertanian, Ohoerella menjelaskan, jika terjadi kerugian akibat perusakan, pihaknya akan melakukan verifikasi dan memberikan bantuan dalam bentuk benih, pupuk, atau bahan lain yang diperlukan.
“Kami berkomitmen untuk membantu petani dengan menyediakan benih dan sarana produksi yang dibutuhkkan,”ujar Ohoerella.
Sementara itu, terkait penentuan harga, Ohoerellah menegaskan bahwa hal ini bukan kewenangan Dinas Pertanian.
“Penetapan harga bukanlah tanggung jawab kami, itu biasanya diatur oleh Dinas Perdagangan. Tugas kami adalah memastikan produksi,”paparnya.
Dinas Pertanian juga terus berupaya mendukung petani dengan menyediakan berbagai kebutuhan produksi.
“Saat ini, kami sedang menunggu cuaca yang lebih baik untuk melanjutkan pengadaan benih dan sarana produksi, seperti benih kacang panjang dan sayuran lain. Kami juga tetap memperhatikan kebutuhan hortikultura, namun fokus utama kami tetap pada padi,”jelas Ohoerella.
Dengan upaya ini, Dinas Pertanian Halteng berharap dapat membantu masayarakar memenuhi kebutuhan pangan dan menghindari potensi krisis yang dapat berdamapak besar pada ketahanan pangan nasional,tutup Ohoerella.












