Transtimur.com – Aliansi Masyarakat Peduli Taliabu (AMPT) kembali melakukan aksi unjuk rasa dalam menyikapi beragam permasalahan yang terjadi di Kabupaten Pulau Taliabu
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Dinas Pendidikan Pulau Taliabu itu massa aksi menuntut kepada Kepala Dinas Pendidikan, Citra Puspa Sari Mus untuk menjelaskan terkait tunjangan Non Sertifikasi Guru yang selama tiga tahun tidak diterima
Selain itu, massa aksi juga menuntut agar Citra Mus memberi kejelasan terkait Bos Afirmsi pengadaan media pembelajaran yang sudah tiga tahun tidak dibayarkan
“Selain itu, kami juga meminta agar pihak Dinas Pendidikan Pulau Taliabu terbuka terkait penyaluran Dana Dacil yang terkesan tebang pilih” teriak La Omy La Tua dalam orasinya
Aksi sempat memanas, massa aksi sempat terlibat saling dorong dengan Satpol-PP dan pihak Kepolisian Polsek Taliabu Barat yabg bertugas mengamankan jalannya aksi ketika hendak menemui Kepala Dinas Pendidikan untuk melakukan hearing secara terbuka
Alhasil, Kepala Dinas Pendidikan akhirnya keluar menemui massa aksi yang telah memadati halaman kantor Diknas untuk melakukan hearing terbuka
Ditengah sorakan massa aksi yang menilai dirinya hanya memberikan curhatan bukan menjelaskan apa yang menjadi tuntutan massa aksi. Citra dengan gamblang mengakui dihadapan seluruh peserta aksi bahwa dirinya memang bodoh
“Terimakasih banyak, iya saya memang bodoh, saya masih butuh belajar dari bapak-bapak semua” ujar Citra yang dibetulkan oleh massa aksi
Dalam penjelasannya atas tuntutan massa aksi, Citra mengatakan jika terkait dengan Dacil sistem penyalurannya pertriwulan setelah dana tersebut telah masuk pihak Dinas Pendidikan hanya memberikan rekomendasi ke guru untuk dicairkan sendiri
Sementara itu, terkait tunjangan Non sertifikasi Guru yang tidak tersalurkan selama 3 tahun, Citra bilang tunjangan Non Sertifikasi Guru itu ditransfer langsung dari pusat ke rekening masing-masing sekolah/guru karena Non sertifikasi tersebut tidak diperbolehkan mengendap dalam waktu yang lama
“Jadi kalau massa aksi menilai bahwa kita yang menahan tunjangan tersebut itu tidak benar, karena itu ditransfer langsung dari Kementerian ke rekening masing-masing sekolah” tuturnya.

Dirinya juga menjelaskan persoalan Dana Bos Afirmasi untuk belanja media pembelajaran di sekolah-sekolah yang juga selama 3 tahun tidak terbayarkan, pihak Dinas hanya memberikan rekomendasi terkait itu, selanjutnya akan dibayarkan langsung dari kementerian ke rekening masing-masing sekolah juga
“Untuk Dana Bos, Afirmasi, dan Reguler, semuanya ditransfer langsung oleh kementerian ke rekening sekolah, tidak lagi melalui Dinas Pendidikan” tandasnya
Selanjutnya, massa aksi kemudian melanjutkan tute aksi ke sejumlah titik, seperti Dinas Kesehatan Pulau Taliabu, Kantor Bupati Pulau Taliabu, Kantor DPRD Pulau Taliabu, dan Kantor Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu
Berikut pernyataan sikap Aliansi Masyarakat Peduli Taliabu
-segera tetapkan tersangka korupsi pembangunan puskesmas Sahu-Tikong
-mengusut dugaan korupsi pengadaan batik tradisional yang fiktif
-mengusut dugaan korupsi pembangunan puskesmas Jorjoga
-mengusut dugaan korupsi perjalanan dinas DPRD
-mengusut dugaan korupsi dana BOK
-mengusut dugaan korupsi TPP pada semua SKPD yang tidak terbayarkan selama dua bulan pada 2021
-mengusut dugaan korupsi Non sertifikasi Guru yang tidak dibayarkan selama 3 tahun
-mengusut pembayaran Dacil yang tebang pilih
-mengusut dugaan korupsi dana BOS Afirmasi untuk belanja media pembelajaran di sekolah-sekolah yang tidak dibayarkan
-mengusut dugaan korupsi tunjangan aparat Desa yang tidak terbayar selama 3 bulan pada 2021






