Ternate, Transtimur.com – Antusiasme masyarakat untuk pulang kampung menjelang arus mudik terlihat membludak di loket penjualan tiket kapal yang berada di depan Pelabuhan Perikanan Mangga Dua, Jumat (13/3/2026).
Sejak pagi hari, puluhan calon penumpang tampak memadati area loket untuk berburu tiket perjalanan menuju sejumlah daerah di wilayah Maluku Utara dan sekitarnya. Kepadatan bahkan terlihat hingga ke pintu masuk loket, dengan masyarakat saling berdesakan demi memperoleh tiket keberangkatan lebih awal.
Berdasarkan pantauan jurnalis Transtimur. com di lokasi, sebagian warga telah datang sejak pagi untuk mengamankan tiket mudik. Namun, keterbatasan ruang pelayanan membuat antrean panjang tidak terhindarkan. Petugas loket terlihat berupaya melayani pembelian tiket secara bergantian di tengah tingginya jumlah calon penumpang.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena kehabisan tiket meskipun telah mengantre selama berjam-jam. Menurut mereka, lonjakan permintaan tiket menjelang musim mudik membuat peluang memperoleh tiket semakin terbatas.
“Saya sangat kecewa. Sudah mengantre berjam-jam dan berdesakan, tetapi tetap tidak mendapatkan tiket,” ujar Dewi, salah seorang calon penumpang yang ditemui di lokasi antrean.
Lonjakan pemburu tiket ini dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak pulang kampung menggunakan transportasi laut. Selain biaya yang relatif terjangkau, kapal laut masih menjadi sarana transportasi utama bagi masyarakat di wilayah kepulauan Maluku Utara.
Isra berharap pihak pengelola transportasi laut dapat menambah kuota tiket serta membuka loket pelayanan pembelian tiket secara langsung di beberapa titik berbeda guna mengantisipasi antrean panjang dan desakan antarcalon penumpang.
“Penambahan kuota tiket dan pembukaan loket pelayanan tambahan bisa menjadi solusi agar antrean panjang dan desakan antarcalon penumpang tidak terus terjadi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ruslan, calon penumpang KM UKI RAYA 04 Tujuan Ternate- Sanana. Ia menilai situasi kepadatan di loket penjualan tiket diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan seiring semakin dekatnya puncak arus mudik di wilayah Maluku Utara.
Ruslan juga menyoroti kesulitan masyarakat dalam mengakses aplikasi pemesanan tiket daring, seperti Verynesia dan EasiBook, yang digunakan pemerintah daerah untuk program tiket bersubsidi. Menurutnya, sistem tersebut belum berjalan efektif karena kerap sulit diakses dan membingungkan masyarakat ketika mencoba memesan tiket secara daring.
“Pemberlakuan tiket subsidi melalui aplikasi justru menyulitkan masyarakat. Banyak yang sudah mencoba mengakses, tetapi gagal mendapatkan tiket. Harusnya sistem ini mempermudah masyarakat untuk mudik, bukan sebaliknya,” ujarnya.







