Kronologis Pengeroyokan di Paslal Hingga SS Meninggal Dunia

Sula,transtimur.com – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan yang menyebabkan korban berinisial SS (25) asal Desa Baruakol meninggal dunia di Desa Paslal, Kecamatan Mangoli Tengah, pada 27 Juni 2024 dini hari.

Kasat Reskrim Polres Sula, IPTU Rinaldi Anwar, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Sula pada Kamis, 4 Juli 2024, menjelaskan bahwa awalnya delapan orang diamankan untuk penyelidikan. Dari delapan orang tersebut, lima orang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

“Lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka ini adalah AH (23) dari Desa Kaporo Kecamatan Mangoli Selatan, RF (26) dari Desa Paslal Kecamatan Mangoli Tengah, SY (25) dari Desa Kaporo Kecamatan Mangoli Selatan, AU (18) dari Desa Kaporo Kecamatan Mangoli Selatan, dan MH (12) dari Desa Kaporo Kecamatan Mangoli Selatan,” jelas IPTU Rinaldi Anwar. “Kami tidak menampilkan MH karena masih di bawah umur.”

Kronologis Kejadian

Menurut IPTU Rinaldi Anwar, kejadian berawal sekitar pukul 05.00 WIT dini hari ketika korban SS bersama saksi AL pergi ke acara pesta joget di Desa Paslal dengan sepeda motor. Sepulang dari acara tersebut, SS, AL, dan MU, berboncengan tiga menggunakan satu motor.

“Dalam perjalanan pulang, saat melewati gapura Desa Paslal, mereka dilempari batu oleh tersangka RF dan SY dari arah kanan. AL berteriak untuk mempercepat laju motor karena ada yang melempar mereka. Batu yang dilempar mengenai kepala SS di atas kelopak mata, menyebabkan motor oleng,” ungkap IPTU Rinaldi Anwar.

Saksi MU kemudian melompat dari motor dan lari ke arah hutan. Sementara itu, tersangka AH melempar korban dengan kayu mengenai dada SS, menyebabkan korban jatuh bersama motornya dan saksi AL terlempar ke sisi kiri. SS pun jatuh dan tertimpa motor, tidak sadarkan diri.

“Saksi AL berusaha mengangkat korban, tetapi saat itu korban sudah tidak sadarkan diri. Tersangka AU dan MH kemudian juga melempar ke arah korban dari sisi kanan,” tambah IPTU Rinaldi Anwar.

Saksi AL kemudian melarikan diri bersama pemuda Baruakol lainnya dan kembali untuk mengambil korban. Namun, saat mereka kembali, korban sudah tidak sadarkan diri.

Barang Bukti dan Proses Hukum

Dalam penyelidikan, Sat Reskrim Polres Sula mengamankan barang bukti berupa sebatang kayu sepanjang 120 cm yang digunakan dalam penyerangan tersebut.

“Kami juga memeriksa lima saksi lainnya, yaitu NU, AL, HG, AB, dan BS,” jelas IPTU Rinaldi Anwar. 

Komentar