FPUK Halteng Lakukan Demontrasi Terkait Kasus Pembunuhan Misterius

Transtimur.com — Front perjuangan untuk kemanusian (FPUK) melakukan demontrasi tepatnya di perempatan kantor bupati halmahera tengah (Halteng) provinsi maluku utara terkait dengan pembunuhan misterius sejak tahun 2006, 2012 dan pembunuhan tahun 2021 di kali gowonle yang dimana pelakunya belum terungkap.

Kordinator lapangan, Nudin Amor dalam orasinya, senin (25/10/2021) mengatakan, kita punya sejarah panjang serangan dan pembunuhan ummat manusia di indonesia, berawal ditahun 1965-66-67 adalah era serangan, penculikan dan pembunuhan.

Lanjutnya, ini masuk dalam kategori hak asasi manusia (HAM) terberat dan Orde baru pun mempraktekkan hal serupa yang kalaupun era dan masanya telah digunakan namun aktor dan pelakunya masi tumbuh subur belum diadili sampai sekarang.

Berbicara tentang kasus pembunuhan,
bukan kali pertama yang terjadi di Halteng

Bahwa kasus pembunuhan di Halteng bukan pertama kali terjadi yang sebagaimana terhitung sejak tahun 2006 dimana tempat kejadian perkara yakni di SMAN I halteng yang menjadi korban yaitu warga weda, tahun 2012 dengan korban 11 orang asal weda timur yang hilang di perairan weda dan weda timur dan sampai saat ini pelakunya belum terungkap, teriak korlap.

Tak hanya sampai disitu, pembunuhan kembali terjadi di tahun 2021 tepatnya dikali gowonle dengan korban jiwa sebanyak 3 orang asal patani timur namun sampai ini belum juga terungkap aktor dibalik pembunuhan tersebut, kisahnya.

Dirinya meminta kepada profesionalisme Polres Halteng dan beberapa lembaga terkait harus memiliki seluruh rakyat Halteng. Yang artinya terkesan spirit melindungi, mengayomi dan melayani menjadi dasar dimata rakyat, ujarnya.

Seraya Nudin Amor tambahkan, mengelola tatanan kehidupan yang baik dan harmoni tapi lupa akan derita kemanusiaan yang menimpa rakyatnya dan senang menghelat kegiatan open open turnamen ditengah situasi rakyat patani timur yang sedang traumatik akibat pembunuhan di kali gowonle juga korban pemerkosan yang membawa duka bagi seluruh masyarakat Halteng.

Hal ini membenarkan bahwa pemerintah daerah dengan sengaja mengalihkan perhatian rakyat untuk menghilangkan kasus pembunuhan ini, pungkasnya

Nampak terbaca percekcokan antar kedua lembaga ini adalah sebua skema yang sangat terampil dimainkan dan sengaja memanipulasi cara untuk menghindari dari kasus-kasus tersebut, tutup korlap, Nudin Amor.

Perlu diketahui ini tuntutan FPUK:

1. Polres HAL-TENG segera mengungkap pelaku pembunuhan di kali Gowonle

2. TNI/POLRI segera buat penyisiran besar-besaran di hutan patani

3. PEMDA dan DPRD segera buat pemulihan ekonomi terhadap masyarakat korban kasus pembunuhan

4. Kasat Reskrim POLRES HAL-TENG segera hadirkan beberapa oknum TNI yang bertanggung jawab memberikan keterangan

5. Segera adili hukum mati pelaku pemerkosaan saudari nizma

6. Bupati Halteng segera copot KABAG HUMAS dan KADIS DISNAKER atas tindakan kriminal dan penganiyayaan kawan-kawan FPUK (ril)

Komentar