Transtimur.com — Seorang karyawan departemen engnering spoter cheker (DESC) sedang melakukan perbaikan pekerjaan jalan rusak di tanjung ulie areal pertambangan PT. Indonesia weda bay park (Iwip) di intimidasi dua oknum secruty perusahaan. kejadian tersebut pada jumat (15/10/2021).
Pasalnya yang di intimidasi merupakan ketua Serikat Buruh Tempat Kerja-Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (SBTK-FNPBI) PT.Iwip sedangkan saksi tempat kejadian Jemi Mainase dan Dandi Ngongare
Hal ini di sampaikan oleh karyawan PT.iwip DESC I, Elvis Guru, melalui rilis yang di terima kepada awak media, senin(18/10/2021) mengatakan, saat dirinya bersama rekanya sedang melakukan pekerjaan perbaikan jalan di kawasan perusahaan dengan menggunakan alat berat, bomak, grider dan dump truck.
Lanjutnya, saat pengerjaan di lakukan sopir mobil ambulans yang di duga milik perusahaan memarkir kendaraanya di areal pekerjaan jalan, karena mengingat agar tidak terjadi kecelakaan atas aktivitas alat berat, rekanya menegur sopir ambulans klinik PT. Iwip.
“teman saya menegur sopir ambulans agar jangan parkir kendaraanya di badan jalan karena ada alat berat yang sedang lalu lalang melakukan pekerjaan jalan namun sopir ambulans tidak terima sehingga terjadi adu mulut”.
Elvis Guru bilang, lantaran melihat temanya yang adu mulut ia meminta bantuan kepada pihak security bernama Danil ngolu dan Muhamad Fahri untuk mengamankan jalan namun oknum tersebut tak terima dan merasa di perintahkan.
“pada saat itu mereka (security) tanggapi dengan nada suara tinggi membentak saya, kenapa kamu tunjuk-tunjuk, saya ini pimpinan disini disitu terjadi adu mulut lagi”.
Pasca dua menit kemudian , pihak security bersama rekanya kembali melakukan intimidasi, oknum tersebut menarik baju Elvis guru kemudian menariknya masuk kedalam kontener tepatnya di manget II, tak hanya itu, pihak security bersama rekanya membentak dan mendorong saya agar melepas alat pelindung diri (APD) seperti Helem dan masker yang gunakan ketua SBTK-FNPBI, kisahnya.
Pihak SBTK-FNPBI mengutuk keras tindakan intimidasi yang di lakukan oleh dua oknum security karena perbuatan tersebut sudah melanggar PKB pasal 81 ayat F dan peraturan perundang-undangan pasal 146 KUHP, tutupnya. (ril)