Monitoring Hari Ke 3, Kadiknas Sula Kunjungi 7 Sekolah

Transtimur.com — Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Kabupaten Kepulauan Sula, Rifai Haitami kembali melakukan monitoring hari ke tiga. Tujuah sekolah di wilayah Kecamatan Sanana yang dikunjungi. 

Dalam agenda Monitoring tersebut, Plt Kadiknas di dampingi langsung oleh beberapa staf Diknas Kepsul yang di antaranya, Sekdiknas, seluruh Pengawas TK, SD, serta SMP.

Plt Kadiknas, Rifai Haitami, kepada awak media menuturkan, agenda monitoring ini sengaja di gelar guna meninjau kesiapan, pemenuhan sarana dan prasarana dalam proses belajar mengajar di masa pandemi.

“Guna menindak lanjuti SK 4 Kementerian, Diknas Sula akan terus lakukan monitoring untuk meninjau kesiapan belajar mengajar di masa pandemi yang di lakukan dengan penerapan protocol kesehatan (Prokes)”, ungkap Rifai pada Transtimur.com, Rabu (28/7/2021)

Namun, lanjut Rifai, di hari ke tiga monitoring ini, ada sekitar tujuh sekolah di wilayah Kecamatan Sanana yang kami kunjungi di antaranya, TK Darma Wanita, TK Negeri Pembina, SD Inpres Falahu, SD Negeri 3 Sanana, SD Negeri 4 Sanana, SD Inpres Fogi, dan SMP Negeri 4 Sanana, jelasnya.

Selaku Kadis, Rifai menyampaikan bahwa, kunjungan yang di laksanskan ini, juga bertujuan agar pihaknya dapat mengecek secara langsung kendala dan kondisi di setiap Sekolah yang ada di Kepulauan Sula.

“Hasil kunjungan ini setidaknya dapat menjadi bahan untuk merumuskan kebijakan – kebijakan pendidikan terkait kondisi dan kendala-kendala di setiap Sekolah. Sehingga kedepan kita dapat meningkatkan mutu pendidikan secara efisien, efektif sesuai prioritas kebutuhan pendidikan di kepsul”, ujarnya.

Kata dia, secara kedinasan pun saya dapat mengetahui kesulitan serta hambatan dan kendala yang ditemukan di lapangan. Dan itu merupakan hal yang sangat berarti bagi saya dalam rangka untuk kepentingan peningkatan pelayanan pendidikan Kepulauan Sula, bebernya.

Selain itu, Plt Kadis Pendidikan Kepsul, Rifai Haitami menegaskan kepada seluruh Sekolah bahwa tidak ada lagi pungli yang terjadi di Sekolah baik itu TK, SD, maupun SMP. “Saya tegaskan pada setiap Sekolah bahwa tidak ada lagi yang namanya pungutan, baik dalam hal ini pangambilan raporat pendidikan mapun ijasa, tidak ada pengutan sepeserpun,” tegasnya. (tex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *