Warga Saniahaya Tuding TPK Mengambil Semen BSPS

Transtimur.com – Pj Kepala Desa (Kades), Desa Saniahaya, inisial A.L, di keluhkan warganya. Pasalnya, A.L, di duga bekerjasama dengan para stafnya, lakukan penyimpangan pada proyek pembangungan gudang desa yang dibangun di Desa Saniahaya Kecamatan Mangoli Utara Kepulauaan Sula,

Proyek Pembangunan gudang Desa tersebut, dibangun dengan alokasi anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD), Desa Saniahaya tahun 2020. Hal ini di ungkapkan oleh H.U, salah satu warga Desa Saniahaya.

“Gudang desa dibangun dengan DD tahun 2020. Namun, anehnya material semen dan seng yang dipakai adalah sisa material dari bantuan BSPS kemarin”, kata H.U, pada Transtimur.com, Sabtu (10/04/2021).

H.U, menuturkan bahwa, dirinya melihat langsung ada beberapa anggota tim TPK desa, semen yang disimpan digudang lalu di pindahkan ke samping rumah salah satu aparat desa inisial R.B.

“Saya sempat foto dan tanya salah satu kaur, dia bilang semen itu milik, R.B, saya (HU), bilang kalo R.B punya kenapa tidak kasi masuk dalam rumah lalu malah diluar begitu sementara hujan dan angin inikan basah nanti”, tutur H.U.

Namun, lanjut H.U, ternya kemarin ketika pas orang khotbah Jum’at di Masjid, saya pulang makan lalu balik digudang tersebut dan kedapatan langsung ada 2 orang aparat desa inisial A.W dan R.B, dorang muat semen baru tutup dengan seng bantuan diatasnya, bebernya.

H.U juga mengaku bahwa ia juga sempat mau di sogok dengan 2 (dua), sak semen oleh A.L, selaku Pj Kades Saniahaya.

“Dua hari yang lalu A.L, Pj Kades kirim pesan lewat Sekdes sampaikan pada saya bahwa itu bukan semen bantuan tapi semen desa dan nanti saya (A.L) kasih dia (H.U), dua sak semen”, ungkapnya.

Masa sudah buat kesalahan terus mau coba sogok orang lagi. Namun, saya tidak mau seperti itu karna ini demi desa, kata H.U.

H.U, juga menyampaikan, bahwa selama ini pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari dana desa maupun alokasi dana desa tidak transparan sehingga warga curiga tapi tidak tau untuk mengadu kemana.

“Untuk semen yang di pakai berkisar 8 (delapan), yang sempat saya hitung dan seng 30 (tiga puluh), lembar”, tutup H.U.

Selain itu, Pj Kades Saniahaya dan TPK belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini tayang. Sebab terkendala jaringan seluler di Kecamatan Mangoli Utara.(red)

Komentar