Ini penjelasan Kapus Lelilef Terkait Kasus Ispa di Halteng

Transtimur.com – Puskesmas Lelilef Kecamatan Weda tengah, Kabupaten Jalmahera tengah (Halteng), Maluku Utara di tahun 2020, penyakit paling dominan yakni infeksi saluran pernafasan akut (Ispa)

Pelayanan yang kami lakukan dalam gedung dengan diluar gedung dengan rawat jalan, penyakit yang sering kami tangani saat ini rata-rata pengidap penyakit ispa, malaria dan batuk ringan namun yang paling dominan penyakit ispa,” ungkap Kapus Lelilef, Haruna Muhammad kepada transtimur.com, kamis (1/4/2021) diruang kerjanya.

Muhammad bilang, penyebab penyakit ispa yaitu bisa saja dari asap rokok/ asap dapur, udara debu atau sering terjadi hujan panas dan ruangan lembab karena kurang dapatkan sinar matahari.

Ispa bisa saja menyerang umur lansia dan anak-anak disisi lain dirinya juga menyarankan agar menjaga kebersihan dilingkungan rumah karena penyakit ispa bisa saja menular dan bisa hilang selain itu jika lakukan aktifitas diluar rumah agar memakai masker, jelasnya.

Adapun pasien yang pihak puskesmas tidak bisa tangani, kami rujuk kerumah sakit ibu kota kabupaten yaitu di weda, ungkap kapus.

Menurutnya, berdasarkan data yang dikantonginya rata- rata puskesmas yang ada di wilayah halteng kususnya, penyakit ispa berada dalam urutan tiga besar termaksud puskesmas di wilayah kerjanya.

Muhammad menambahkan, pada saat musrembang lalu, orang-orang selalu bertanya penyebab penyakit ispa itu apa, penyebabnya ada disekitar lingkungan kita biasanya dari udara berdebu kemudian ada juga orang yang menghubungkan ispa dengan aktifitas industri, “itu bisa saja bermula dari situ”

Namun dirinya tidak bisa pastikan lantaran tidak ada pengamatan-pengamatan kusus yang dilakukan oleh pihak akademik seperti contoh bahwa warga yang terkena ispa ini dia adalah karyawan industri ataukah warga itu dia berdekatan dengan kawasan industri

Keluhan masyarakat itu tetap ada karena pelayanan kesehatan merupakan jasa namun dirinya tetap selalu melakukan pengecekan ketersediaan obat-obatan digudang farmasi puskesmas, dan melihat apa yang kurang kemudian dilakukan permintaan terkait kekurangan puskesmas, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *