Direktur RSUD Kota Ternate, Diduga Mengabaikan Keluhan Pasien

Direktur RS Umum daerah Kota Ternate, Syamsul

Transtimur.com – Dugaan Permasalahan fasilitas ruangan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Chasan Boesoirie, Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara, kembali dikeluhkan oleh pasien yang sedang menjalani perawatan.

Keluhan pasien terkait AC yang mati tersebut diduga diabaikan oleh Dikretur RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Kota Ternate, Syamsul. padahal ada beberapa AC diruangan pasien yang diduga mati, misalnya, Ruang inap pria kelas IA, ruang kelas IIB, Ruang kelas IIIB, ruang kelas IC dan ruang kelas I D. hal yang sam juga ditemui di 4 ruangan wanita

Direktur RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie, Ternate, Syamsul Bahri, saat dikonfirmasi via telpon, Minggu (21/3/2021), mengatakan, pihaknya akan mengkroscek lebih dulu ruangan yang dimaksud

“Oh, iya nanti saya cek dulu itu diruangan mana. ngoni me boke lagi. yang lalu waktu ngoni (kamu) konfirmasi kita (Saya) belum tau diruangan mana, yang jelasnya kalau ada keluhan tanyakan diruangan mana supaya tau agar saya melakukan pengecekan,” kata Syamsul Bahri dengan Nada tinggi.

Sebelum dia mematikan telponnya, dia (Syamsul) sempat mengatakan “ngana (Kamu) mangarti ka trada (tidak),”Syamsul langsung mematikan telponnya.

Berselang beberapa menit kemudian, Syamsul kembali mengirim pesan Whatsap, yag menyampaikan, ucapan Terima kasih, karena baru pertama kali juga ia baru diwawancarai dengan gaya seperti ini. Ia juga bilang, dirinya sering berkomunikasi dengan wartawan bahkan nomornya tersebar dihampir semua wartawan di Kota Ternate karena wartawan adalah mitranya.

“Saya diwawancarai dg gaya spt ini, saya sering komunikasi dg wartawan malah nomor saya pun tersebar luas dihampir semua wartawan di ternate, karena wartawan adalah mitra saya dalam komunikasi dg masyarakat, pesan syamsul,”jelas Symasul.

Sebelumnya, wartawan media telah merilis berita dengan judul:

Keluarga Pasien Keluhkan Minimnya Fasilitas RSUD Chasan Boesorie Ternate

Keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.H.Chasan Boesorie, Ternate karena kepanasan yang dipicu sistim pendingin ruangan (AC) mati.

Sejak kurang lebih satu minggu ruang pria dan ruang wanita kepanasan karena AC tidak berfungi  sehingg keluarga pasien menggunakan kipas angin.

“Saya sudah satu minggu temani keluarga saya yang rawat disini (RSUD red) AC di ruangan pria tak berfungsi jadi kami menggunakan kipas angin, itu pun dalam ruangan masih kepanasaan sehingga membuat semua pasien merasa tidak nyaman,”Keluh salah satu keluarga pasien bernama Kahar saat ditemui transtimur.com, Rabu (17/3/2021)

Lanjutnya Kahar,  ruang tersebut kepanasan lantaran ruangan terasa kepanasan yang membuat pasien tida merasa nyaman di ruang tersebut. Padahal sudah menggunakan kipas angin pun tak mempan.

“Saya ingin berbaring diatas lantai, bahkan tidur malam pun tidak nyaman karena kipas tetangga juga sakit sampai pagi, mungkin kamar yang kami tempati merupakan untuk orang tidak mampu sehingga pelayananya kurang baik,”jelas Anisa keluarga pasien pria.

Hal ini dibenarkan oleh salah satu pasien yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan dirinya selama dua hari dirawat di RSUD Chasan Boesorie ia merasa tidak nyaman. Sebaba, kata pasien AC di kamar yang ia tempat tidak berfungsi alias rusak begitu pun dengan kipas angin yang tidak normal sehingga dalam ruangan panas siang malam.

Hal yang sama juga terjadi di ruang yang berbeda yang dirasakan oleh salah seorang pasien bahwa, ia bilang, AC berfungsi tapi saat ditanya ke Security jawabannya remot AC tidak ada.

Terpisah, Direktur RSUD Dr.H. Chasan Boesorie, Syamsul, meminta wartawan jelaskan AC di ruangan yang mana agar pihak RSUD bisa memperbaiki, karena ini masalah sederhana.

“Biasanya kalau ada gangguan pada fasilitas atau pelayanan pasien RS itu mereka laporkan ditempat pengaduan  yaitu petugas setelah itu akan ditindak lanjuti,”untuk saat ini belum ada pengaduan terkait tidak berfungsinya AC,” ucap Dirut RSUD, Syamsul

Bisa saja sambung Syamsul, AC ada gangguan misalkan kalau sudah lama hidup bisa saja dia panas atau ada salah satu anggota keluarga pasien yang bermain remot AC, karena AC baru saja diperbaiki, jelasnya.

“yang menjadi pertanyaannya ketika salah satu dari sekian banyak pasien yang dirawat mengeluh, apakah ini dikatakan jelek,”tanya Syamsul.

Menurut dia, jika ada pasien yang mengeluh terkait dengan kerusakan fasilitas ruang rawat inap (AC), dirinya akan tetap lakukan pengecekan, sebab untuk saat ini pihakya belum bisa pastikan secara persis apakah AC masih normal semua.

Kalau untuk tehknisi servis AC itu ada dan selalu dilakukan control sesuai jadwal, namun kalau ada kerusakan belum tiba jadwal controlnya tetap akan dilakukan perbaikan, tutur Syamsul.

“Keluhan tetap ada terhadap tingkat pelayanan atau pun fasilitas karena melayani pasien ini tidak gampang adapun kalau ada masalah tetap kami komunikasikan dan mereka (pasien) juga mengerti, tutup Direktur RS Syamsul.(ril)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *