Enam Desa di Taliabu Masuk Target Investigasi Inspektorat dan Kejaksaan

Transtimur.com – Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu, Maluku Utara, lakukan audit investigasi terhadap enam Desa di Pulau Taliabu terkait dugaan kasus penyalahgunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa.

Enam Desa tersebut diantaranya, Desa Bobong, Desa Wayo, Kecamatan Taliabu Barat, Desa Tikong, Desa Minton, Kecamatan Taliabu Utara, Desa Losseng, Kecamatan Taliabu Timur Selatan, dan Desa Tubang, Kecamatan Taliabu Timur.

Gesberd Tani, Inspektur Inspektorat mengatakan, saat ini Tim Audit dari Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu sedang melakukan investigasi pada enam Desa tersebut.

“Saat ini tim Inspektorat dan Kejari sudah dalam tahap investigasi, “ujar Gesberd, Kamis (11/08/2022).

Gesberd bilang, saat ini masih enam Desa, namun tidak menutup kemungkinan masih terdapat beberapa Desa lagi yang akan dilakukan investigasi.

“Kita berusaha keras agar dalam kurun waktu dua minggu saja dokumen hasil investigasi sudah diserahkan ke Kejaksaan untuk dilidik, “tambahnya.

Dirinya mengatakan, jika investigasi tersebut dilakukan karena terdapat indikasi kerugian negara yang mencapai ratusan juta pada masing-masing Desa.

Meski demikian, Gesberd masih enggan mengatakan nominal pasti kerugian negara yang terdapat pada masing-masing Desa itu.

“Kalau diakumulasikan secara keseluruhan, total kerugiannya itu mencapai miliaran, “jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, Investigasi yang dilakukan sesuai dengan tahun anggaran. Terhitung sejak tahun anggaran 2019 hingga tahun anggaran 2021 yang akan dilakukan investigasi.

“Hasil audit pada enam Desa itu sudah diserahkan ke Kejari, sehingga pihak Kejari mengeluarkan Sprindik untuk dilakukan investigasi, karena investigasi ini juga melibatkan pihak Kejksaan Negeri Pulau Taliabu, “tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu, Alfred Tasik Palulungan, mengatakan jika dugaan penyalahgunaan Dana Desa pada sejumlah Desa tersebut akan dibuktikan dengan hasil audit Inspektorat, dan jika terbukti ada penyalahgunaan anggaran maka akan di proses oleh Kejari.

“Jika terbikti ada kerugian negara, maka kita akan proses, ” tegasnya.

Alfred juga menegaskan, jika tidak menutup kemungkinan bahwa Desa-Desa lainnya juga akan dilidik oleh Kejaksaan terkait pengelolaan Anggaran Desa.”

Pasti akan ada yang diproses, biar ada efek jera bagi para Kepala-Kepala Desa di Pulau Taliabu ini, “tandasnya. (Uli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.