Anggota DPRD Kamal Upara: Pemda Sula Tidak Ada Itikad Baik Dalam Menangani Banjir, Ini Kata Kaban BPBD

Anggota DPRD Sula dari Fraksi PKB saat di Wawancarai wartawan di Desa Baleha, Selasa (28/6/2022).

Transtimur.com—Anggota DPRD dari Farkasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamal Upara menuduh Pemda Kabupaten Kepulauan Sula tidak ada itikad baik dalam menangani bencana banjir di Desa Baleha, Kecamatan Sulabesi Timur.

Kenapa tidak, alat berat yang digunakan untuk penggarukan air kali baleha disewa oleh warga Desa setempat.

“Untuk alat berat yang kemudian hadir di Desa Baleha saat merupakan upaya dari masyarakat Desa Baleha sendiri,”kata Kamal saat ditemui wartawan transtimur.com di Desa Baleha Selasa (28/6/2022).

Kamal mengatakan, musibah banjir di Baleha sudah kurang lebih satu minggu namun Pemda Kepulauan Sula tidak ada niat baik, bahkan bersikap agar bagaimana untuk menanggulangi dampak banjir yang terjadi di Baleha.

“Ini yang kemudian saya secara pribadi sangat sesalkan sikap Pemerintah Daerah sebenarnya,”sesal Kamal.

“Sejujurnya saya sangat kecewa dengan sikap Pemerintah Daerah saat ini,”ujarnya.

Anggota DPRD Dapil II itu bilang, Pemda melalui BPBD sudah beberapa kali hadir dan menyaksikan kondisi yang terjadi dan seharusnya sudah ada Dana tanggap Darurat yang sebenarnya mereka pergunakan untuk mencaeri solusi penanganan banjir di Baleha, tapi yang terjadi seolah-olah Pemda membiarkan.

“Untuk Posko sendiri bagaimana dalam hal membantu masyarakat sementara Pemda sendiri tidak berupaya, tidak punya niat baik sebenarnya,”tegasnya.

Selain itu, Pria asal Desa Baleha itu, juga pertanyakan soal Biaya Tak Terduga (BTT) yang sejuah ini mereka (Pemda) pergunakan dengan apa.

“Untuk itu tambah Kamal, dirinya berharap agar Pemda Sula lebih menata menejemen sekaligus punya kepedulian dan punya keberpihakan kepada masayarakat agar amanah yang diberikan oleh masayarakat terkesan hanya sekedar mengemban aman saja tapi tidak mampu untuk melaksanakan apapun,”tutur Kamal.

Kaban BPBD Sula, Buhari Buamona

Selain itu, Kapala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula, Buhari Buamona ketika di konfirmasi wartawan transtimur.com Selasa (28/6/2022) malam ini mengatakan satemen anggota DPRD  Kamal Upara itu wajar saja.

“Jadi terkait dengan alat excavator, itu Kamal Upara telah berkoordinasi dengan saya dan saya bilang menyangkut excavator kalau urus lebih capat lebih bagus suapaya kase masuk di Baleha, saya seabagai kapala BPBD saya tetap di belakang,”jelas Buhari.

Ia mengatakan, Antisipasi alat excavator oleh Kades Baleha dan Kamal Upara, itu tidak ada masalah karena antisipasi alat itu hanya dua hari, selanjutnya alat itu mau dipakai satu minggu atau satu bulan sudah jadi tanggung jawab Pemda Sula melalui BPBD.

“Jadi Pemda melalui BPBD akan menggantikan semua anggaran penggunaan alat berat selama dua hari dan baiya lain-lain,”sambung Buhari

“Dan terimakasih adindaku anakku, saya sangat berterima kasih atas kerja sama dan antispasi dininya,”ujar Buhari.

Kemudian lanjut Buhari sapaan akrab Haji Bu, bahwa sebelumnya Kepala Desa Baleha Arifin Ahmad juga berkoordinasi dengan dirinya di kediaman pribadinya. Saat itu Kades baru tiba dari Ternate

“Dia (Kades) datang membawa surat-surat yang kami arahkan untuk kase masuk karena mereka belum masukan laporan kejadian bencana, tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.