Kuasa Hukum AHM Pertanyakan Surat Yang Dikeluarkan Pemdes Falahu

Kuasa Hukum Andreas Ham Mandagi

Transtimur.com – Kuasa Hukum Andreas Ham Mandagai (AHM), Adha Buamona pertanyakan surat yang dikeluarkan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Falahu, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara Sabtu (25/6/2022).

Surat keterangan ahli waris yang dikeluarkan Pemdes Falahu nomor: 140/137/DFL-SNN/V/2022 yang dikeluarkan pada tanggal 27 Mei 2022 atas nama Erwin Elvin Budiyanto. Budiyanto selaku ahli waris ini beralamat di Desa Cipuling RT014/RW004, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula.

Bacaan Lainnya

Kuasa Hukum Andreas Ham Mandagi, dari Kantor Hukum HSS melalui Adha Buamona, S.H.I, menjelaskan terkait dengan persoalan ahli waris dan pewaris

“Seharusnya di bedakan apa yang di maksud ahli waris dan pewaris atau tepatnya Djoni Salmon adalah ahli waris dari Rahma Kacong, maka nasab waris putus di karnakan anak Rahma Kacong masih ada,”Sambung Adha

“Jelas bahwa cucu dari Rahma Kacong atau anak dari Jhoni Salmon gugur sebagai ahli waris karena masih ada Jhoni Salmon anak dari Rahma Kacong, pertanyaanya mengapa cucu tidak mempersoalkan semasa almarhum Jhoni Salmon masi hidup,”tanya Adha melalui rilis yang diterima redaksi transtimur media grup via WhatsApp.

Kemudian lanjut Adha, dalam sepekan ini beredar sebuah surat berlogo lengkap dengan cap di tandatangani Kades Desa Falahu Ikram umaternate sementara sebidang tanah atau objek sengketa ini berada tepat di Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula.

“Kebanyakan dari kita tentu pernah mendengar kata nasab dalam kehidupan sehari-hari, namun tak banyak benar-benar paham artinya. Nasab sendiri berasal dari bahasa arab al-nasab yang artinya menghubungkan ikatan bila al-nasab di bentuk menjadi kalimat tanaasub artinya hubungan pertalian,”jelas Adha.

Sementara Tambah Adha, dalam Hukum waris (ilmu Faraid) merupakan hukum yang mengatur tentang pemindahan hak kepemilikan harta peninggalan (tirkah) pewaris menentukan siapa-siapa yang berhak menjadi Ahli waris dan berapa bagiannya masing-masing.

“Sebetulnya yang menjadi dasar dalam hukum islam adalah al-qur’an surat An-nisa ayat 12 dan 176 tentang hukum waris islam atau ilmu faraid adalah ilmu yang di ketahui siapa yang berhak mendapat waris dan siapa yang tidak berhak dan juga berapa ukuranya untuk setiap ahli waris. Penetapan ahli waris itu absolute pengadilan Agama bukan kantor desa,”tutup Adha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.