Acara Joget Di Kepulauan Sula Akan Dibatasi

Transtimur.com –Polres dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara, akan membatasi waktu acara ronggeng atau acara hiburan masyarakat pada malam hari.

Hal tersebut di sampaikan oleh Kapolres Kepsul, AKBP. Cahyo Widyatmoko, S.H, S.I.K, M.H, kepada awak media pada, Selasa (24/5/22) usai melakukan rapat koordinasi dengan Pemda Kepsul.

Cahyo mengatakan, kami dari kepolisian menginisiasi adanya pertemuan dengan pemerintah daerah. Yang kami undang yakni Bupati yang di wakilkan oleh Asisten I, ketua DPRD yang diwakilkan oleh Ketua II, kemudian Dandim yang juga di wakilkan.

“Yang melatarbelakangi pertemuan tadi yaitu untuk membuat suatu surat keputusan bersama  terkait dengan pelaksanaan kegiatan hiburan masyarakat,”Ungkapnya.

Kenapa demikian Lanjut Cahyo, karena berdasarkan hasil analisa dan evaluasi tentang situasi Kamtibmas akhir-akhir ini bahwasanya marak perkara pidana yang menyangkut dengan pengeroyokan, penganiayaan bahkan ada percobaan pembunuhan dengan menikam seseorang.

“Kejadian tersebut hampir keseluruhan terjadi pada saat hiburan rakyat yaitu baronggeng atau pesta. Dari seluruh kejadian itu disimpulkan bahwasanya kejadian terjadi di antara jam 1 malam ke atas, ada yang jam 01.30, ada yang jam 2, ada jam 3, ada jam 4,”Bebernya.

Canyo bilang, ternyata setelah di analisa dan evaluasi hal tersebut terjadi karena di jam-jam tersebut ternyata yang melakukan baronggeng orang sudah dalam pengaruh minuman keras (Mabuk).

“Ketika dilaporkan ke Polres ditanya, siapa pelakunya ? Mereka juga tidak tau karena sama-sama mabuk,”Ujarnya.

Cahyo mengungkapkan, untuk membuat situasi ke depan supaya lebih tertib lagi, supaya yang namanya kasus penganiyaan, pemukulan, pengeroyokan itu dapat kita eliminir maka kita buatkan semacam surat keputusan bersama yang nanti merupakan keputusan dari pemerintah Kabupaten kemudian DPRD sebagai wakil rakyat dan kami dari TNI/POLRI selaku yang bertanggungjawab di bidang keamanan.

Cahyo juga menyebutkan, surat Keputusan bersama itu nanti kita edarkan kepada seluruh masyarakat bahwasanya ternyata untuk melaksanakan suatu kegiatan keramaian ada aturannya yaitu dengan cara mengajukan ijin keramaian dan kami akan cantumkan aturan-aturan yang boleh dilaksanakan dan yang tidak boleh di langgar.

“Kami membatasi waktu hiburan untuk mengurangi, mengeliminir serta menghilangkan niat jahat seseorang untuk melakukan suatu tindakan yang dapat mengganggu Kamtibmas,”Tandas Kapolres.

“Suatu keramaian manakala di pandang hal tersebut menimbulkan gangguan dan meresahkan warga itu kami dari kepolisian memiliki kewenangan untuk membubarkan dengan tujuan menjaga Kamtibmas yang kondusif,”Tegasnya menutupi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.