Video Viral Emak-Emak Mengaku Ditendang Kelaminnya, Polisi Sebut Hoaks

Personel Polri mengikuti apel gabungan gelar pasukan di Silang Monas, Jakarta, Senin (11/4/2022). Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 5.620 pasukan gabungan Polri-TNI dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa BEM SI. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Transtimu.com, Jakarta – Seorang emak-emak bersitegang dengan beberapa anggota polisi. Keributan diabadikan oleh seseorang dan rekaman video viral di media sosial. Seperti dilihat salah satu akun Twitter pada Minggu (17/4/2022). Pemilik akun menggunggah rekaman video berdurasi 18 detik.

Seorang wanita mengenakan jas hujan mengejar pria anggota polisi. Dia memaki-maki anggota polisi tersebut dengan nada tinggi dan kata-kata kasar. Klaimnya, wanita itu mengaku bahwa kelaminnya baru saja ditendang.

Terkait hal ini, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto memberikan penjelasan. Video itu direkam pada saat aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR RI pada Senin (11/4/2022). Anggota itu ditugaskan untuk mengawal aksi unjuk rasa. Massa mulai berdatangan pada pukul 13.00 WIB.

Saat itu, anggota polisi melakukan filterisasi terhadap peserta demo 11 April yang masuk ke kawasan Gedung DPR/MPR. Pada saat proses pemeriksaan, anggota melihat sebuah mobil Toyota Kijang Innova parkir di lajur dua Jalan Gatot Subroto. Aiptu RM yang berada di lokasi meminta sopir untuk segera memindahkan kendaraan agar tidak terjadi kemacetan panjang.

“Aiptu RM menegur sopir untuk geser mobil tersebut,” kata Setyo dalam keterangan tertulis, Minggu (17/4/2022).

Setyo mengagatakan, teguran Aiptu RM mendapat respon kurang menyenangkan. Tiba-tiba datang seorang emak-emak dan langsung memaki anggota polisi.

“Tiba-tiba datang seorang perempuan ibu-ibu dan bilang lagi nunggu logistik. Ditegor lagi agar dipindahkan lagi namun ibu tersebut justru marah-marah,” ucap dia.

Setyo mengatakan, anggota polisi lain dengan inisial Iptu W menghampiri mereka untuk melerai. Namun, emak-emak tersebut malah semakin emosi.

“Ibu tersebut makin marah dan bilang ‘polisi dajjal, kurang aja menendang kemaluan saya’ dan terus mengejar Aiptu RM. Kemudian Iptu W mengambil sepeda motor dan membawa Aiptu RM,” terang dia.

Ditimpuki Batu

Aparat kepolisian melepaskan water canon untuk membubarkan massa aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/4/2022). Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM SI menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Setyo menerangkan, keributan memancing emosi massa di lokasi. Bahkan Aiptu RM dan Iptu W sempat ditimpuki batu oleh massa. Diduga karena terprovokasi tindakan emak-emak.

“Massa terprovokasi atas teriakan ibu-ibu tersebut dan melempari batu. Iptu W dan Aiptu RM berhasil keluar dari kepungan massa dan dibawa ke Polsek Metro Tanah Abang,” kata dia.

Dal hal ini, Setyo menepis tudingan bahwa anggota menendang kemaluan emak-emak tersebut. Setyo mengatakan, anggotanya tidak pernah melakukan hal tersebut.

“Kejadian tersebut sebetulnya tidak ada. Hanya untuk memprovokasi massa,” terang dia.

Bahkan, salah satu anggota sempat menyarankan emak-emak itu membuat laporan polisi seandainya merasa dirugikan. Namun, emak-emak menolak.

“Bripka Heri sempat menyarankan (korban) kalau dirugikan silakan lapor atau visum, tapi dijawab ‘lapor polisi percuma kasus hilang besok’,” tandas dia.

Sumber: Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.