12 Peserta Seleksi PPPK di Taliabu Reaktif C-19

  • Whatsapp

Transtimur.com-Sebanyak 12 orang peserta seleksi kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja di Kabupaten Pulau Taliabu terkonfirmasi reaktif covid-19 berdasarkan hasil swab antigen yang dilaksanakan di Puskesmas Bobong

Dari 40 peserta yang seharusnya menjalani seleksi dilokasi yang telah ditetapkan yakni SMK Negeri 1 Pulau Taliabu pada sesi pertama hanya 24 peserta yang mengikuti seleksi, 11 peserta diantaranya terkonfirmasi reaktif covid-19, serta 5 orang lainnya tidak hadir mengikuti seleksi

“Seharusnya sesi pertama itu diikuti oleh 40 peserta, namun hanya diikuti oleh 24 peserta saja karena 11 diantaranya reaktif covid-19, dan 5 orang peserta lainnya tidak datang” beber La Ode Sarantio, Kepala SMKN 1 Pulau Taliabu kepada pewarta, Senin (13/09/2021)

Sementara itu, Lanjut Sarantio, untuk pelaksanaan seleksi kompetensi untuk sesi kedua pada siang hari juga diikuti oleh 40 peserta, namun 1 diantaranya juga dinyatakan reaktif covid-19, dan 3 orang peserta lainnya tidak hadir

“Sesi pertama pagi tadi 11 orang dinyatakan reaktif, dan sesi kedua disiang hari ditemukan 1 orang lagi yang reaktif, jadi totalnya untuk hari ini ada 12 orang peserta yang reaktif” sambungnya lagi

Sarantio bilang, peserta yang dinyatakan reaktif covid-19 akan diikut sertakan pada seleksi kompetensi tahap dua pada sabtu 18 september mendatang. Sementara itu, untuk peserta yang tidak hadir dalam pelaksanaan seleksi kompetensi dinyatakan gugur

Terpisah, Dokter Ova saat ditemui di Puskesmas Bobong enggan membeberkan jumlah peserta seleksi yang terkonfirmasi reaktif covid-19 saat melakukan swab antigen di puskesmas bobong dengan alasan rahasia

“Mohon maaf, untuk jumlah peserta seleksi yang melakukan swab antigen dan terkonfirmasi reaktif kita tidak bisa kasih tau jumlahnya, karena itu rahasia”

Selain itu, Dokter cantik itu juga menepis terkait swab antigen yang memungut biaya sebesar Rp. 20.000.00 dari tiap peserta seleksi yang melakukan swab antigen di puskesmas Bobong. Dirinya menegaskan bahwa swab yang dilakukan itu secara gratis tanpa memungut biaya dari para peserta

Baca Juga  Soal Mami Pimpinan DPRD, Sekwan dan Kepala ULP Kepsul Beda Pendapat

“Untuk swabnya itu gratis, yang dibayar itu administrasinya sebesar Rp.20. 000.00, karena administrasinya kan butuh kertas, butuh pulpen, makanya administrasinya saja yang dibayar” tegasnya (uly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *